MNI|Kudus – Aparat Kepolisian Resor Kudus bergerak cepat menangani peristiwa ditemukannya seorang perempuan berinisial ALS (26), warga Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, yang mengalami luka sayat pada lengan kirinya di sebuah kamar hotel di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, pada Senin (13/7/2026) sore. Peristiwa tersebut kini masih dalam penanganan kepolisian guna memastikan seluruh fakta yang melatarbelakanginya.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo menjelaskan, kejadian diketahui sekitar pukul 15.30 WIB ketika seorang pria yang diduga merupakan ayah korban datang ke hotel setelah menerima informasi dari rekan korban berupa sebuah video yang memperlihatkan kondisi korban di dalam kamar hotel.
Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas hotel segera mengantarkan pria tersebut menuju kamar yang ditempati korban. Setelah pintu kamar dibuka, korban ditemukan dalam keadaan tergeletak dengan luka pada tangan kiri dan masih dalam kondisi sadar.
"Pihak hotel segera menghubungi Polsek Jati dan korban langsung dievakuasi ke rumah sakit agar memperoleh penanganan medis secepat mungkin," ujar AKP Hadi Noor Cahyo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis, korban mengalami luka sayat sepanjang kurang lebih 10 sentimeter pada lengan kiri yang mengenai pembuluh darah. Berkat penanganan medis yang cepat, kondisi korban saat ini dilaporkan sadar dan masih menjalani perawatan intensif.
Seusai proses evakuasi, petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan berbagai keterangan dan barang bukti. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan dua bilah silet, dua botol minuman beralkohol, dua botol air mineral, dua puntung rokok, serta satu unit telepon genggam milik korban yang kini menjadi bagian dari proses penyelidikan.
AKP Hadi Noor Cahyo menjelaskan bahwa pemeriksaan awal terhadap telepon genggam korban menemukan adanya percakapan yang mengarah pada persoalan hubungan pribadi. Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa seluruh temuan tersebut masih bersifat awal dan belum dapat dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan akhir mengenai penyebab peristiwa tersebut.
"Hasil pemeriksaan awal terhadap isi telepon genggam korban ditemukan percakapan yang mengarah pada persoalan hubungan asmara. Dugaan sementara mengarah pada persoalan pribadi, namun penyelidikan masih terus kami lakukan untuk memastikan seluruh fakta secara menyeluruh," jelasnya.
Polres Kudus menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang sah. Kepolisian juga masih meminta keterangan dari sejumlah saksi serta mendalami seluruh fakta yang ditemukan di lokasi guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.
Di sisi lain, kepolisian mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi melalui media sosial. Dukungan moral dari keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar dinilai memiliki peran penting dalam membantu seseorang yang sedang menghadapi tekanan atau persoalan hidup.
Kapolsek Jati juga mengimbau masyarakat agar mengedepankan komunikasi dengan keluarga maupun pihak-pihak yang dipercaya ketika menghadapi persoalan berat, serta tidak mengambil keputusan yang dapat membahayakan keselamatan diri.
"Setiap persoalan selalu memiliki jalan penyelesaian. Kami mengajak masyarakat untuk saling peduli terhadap kondisi orang-orang di sekitar, membangun komunikasi yang baik, dan segera mencari bantuan kepada keluarga, tokoh masyarakat, tenaga profesional, maupun pihak terkait apabila menghadapi tekanan yang sulit dihadapi sendiri," pungkas AKP Hadi Noor Cahyo.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial, dukungan keluarga, serta kesehatan mental sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Sinergi antara keluarga, lingkungan, pemerintah, tenaga kesehatan, dan aparat penegak hukum diharapkan mampu menciptakan ruang yang aman bagi masyarakat untuk mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan hidup, sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui cara-cara yang bijaksana dan konstruktif.
Apabila Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional berat atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari dukungan dari keluarga, teman tepercaya, tenaga kesehatan, atau layanan darurat setempat. Bantuan sedini mungkin dapat membuat perbedaan yang besar.
Punkasnya,humas polres
